BAB 1 GAMBARAN UMUM ETIKA PROFESI
A.
Pengertian Etika
Menurut
KBBI, etika adalah suatu ilmu yang mempelajari hak dan kewajiban akhlak atau
moral serta menjelaskan hal yang baik dan hal yang buruk. Etika berasal dari
Bahasa Yunani, ethikos, yang memiliki arti ‘timbul dari kebiasaan’.
Adapun
menurut Soegarda Poerbakawatja, menurut
ahli filsafat ini etika dijelaskan sebagai hal yang berhubungan dengan
nilai-nilai baik-buruknya suatu tindakan manusia berdasarkan kesusilaan.
B.
Tujuan Etika
1) Untuk
mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruknya perilaku atau
tindakan manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
2) Mengarahkan
perkembangan masyarakat menuju suasana yang harmonis, tertib, teratur, damai
dan sejahtera.
3) Mengajak
orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom.
4) Etika
merupakan sarana yang memberi orientasi pada hidup manusia.
5) Untuk
memiliki kedalaman sikap; untuk memiliki kemandirian dan tanggung jawab
terhadap hidupnya.
6) Mengantar
manusia pada bagaimana menjadi baik.
C.
Jenis-jenis Etika : Etika Deskriptif dan
Etika Normatif
Etika
Deskriptif adalah Etika yang menyoroti secara rasional (Masuk Akal) dan kritis
tentang apa yang diharapkan manusia mengenai sesuatu yang bernilai.
Etika
Normatif adalah Etika yang berisi norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia
dalam kehidupan sehari-hari.
D.
Pengertian Profesi
Profesi
berasal dari kata bahasa Inggris profesion , bahasa latin professus yang
berartikan mampu atau ahli dalam suatu pekerjaan suatu profesi iyalah suatu
pekerjaan yang menuntut pendidikan tinggi, biasanya meliputi pekerjaan mental
yang ditunjang oleh kepribadiaan serta sikap profesional.
Adapun
menurut Peter Jarvis ( 1983: 21 ), profesi merupakan suatu pekerjaan yang
didasarkan pada studi intelektual dan latihaan yang khusus, tujuannya iyalah
untuk menyediakan pelayanan ketrampilan
terhadap yang lain dengan bayaran maupun upah tertentu.
E.
Pengertian Profesional
Profesionalisme
merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya
secara terus menerus. “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada
sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk
senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya.
F.
Prinsip-Prinsip Etika Profesi
1) Prinsip
tanggung jawab
Semua tenaga kerja profesional sudah sepatutnya
bekerja dengan diliputi rasa tanggung jawab yang besar. Pekerjaan harus
dilakukan secara serius dan baik sehingga hasilnya bisa maksimal. Dengan
memiliki rasa tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan, maka perusahaan dapat
dianggap memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.
2) Prinsip
keadilan
Dalam menjalankan setiap pekerjaan dan
tanggung jawab profesi, maka seorang karyawan atau tenaga kerja haruslah
mengedepankan keadilan. Keadilan ini harus diberikan kepada setiap orang yang
berhak menerimanya termasuk dalam hal pekerjaan.
3) Prinsip
otonomi
Bila Anda bekerja dan menempati suatu
jabatan di dalam perusahaan, itu berarti Anda memiliki wewenang dan kebebasan dalam menjalankan
pekerjaan tertentu. Tentunya wewenang
dan kebebasan ini harus dijalankan sesuai dengan kode etik yang dimiliki oleh
Anda sebagai seorang profesional. Dengan begitu setiap tugas yang dikerjakan
dapat diselesaikan dengan baik.
4) Prinsip
integritas moral
Yang dimaksud dengan Integritas moral
disini adalah kualitas kejujuran serta prinsip moral dalam diri seseorang yang
harus dilakukan dengan secara konsisten dalam menjalankan profesinya. Tentunya
konsistensi dalam menjalankan moral ini berkaitan dengan profesionalitas.
Bagi seorang profesional harus memiliki
komitmen terhadap dirinya untuk dapat menjaga kepentingan profesi itu kepada
diri sendiri dan masyarakat. Memiliki moral yang baik nantinya akan membawa
Anda untuk bisa bekerja dengan baik juga dan akan selalu mengutamakan
kepentingan bersama.
G.
Peranan Etika dalam Profesi
1) Nilai-nilai
etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang saja,
tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling kecil
yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut,
suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan
bersama.
2) Salah
satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam
pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama
anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat
perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis
(yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya.
3) Sorotan
masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para
anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah
disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi
kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Sebagai contohnya adalah
pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan, demikian juga pada profesi
dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah, sehingga
masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya.
H.
Kode Etika Profesi
Etika
profesional atau kode etik profesi adalah acuan perilaku perseorangan atau
korporasi yang dianggap harus diikuti pelaku aktivitas profesional.[1] Para
profesional memiliki pengetahuan dan keahlian yang khusus, dan untuk kode etika
profesional dibuat untuk mengatur bagaimana pengetahuan dan keahlian tersebut
digunakan, terutama dalam situasi-situasi terkait masalah moral.[2] Biasanya
hal ini terkait dengan kemampuan para profesional untuk membuat penilaian dan
keputusan yang tidak bisa dibuat orang awam yang tidak memiliki pengetahuan dan
keahlian khusus tersebut.[3] Salah satu contoh awal etika profesional adalah
Sumpah Hippokrates yang sampai sekarang masih diikuti para dokter.
I.
Tujuan Kode Etika Profesi
1) Untuk
menjaga harkat dan martabat suatu profesi.
2) Pelestarian
dan pengelolaan kesejahteraan anggota profesi.
3) Untuk
meningkatkan pelayanan anggota profesi.
4) Untuk
membantu meningkatkan kualitas suatu profesi.
5) Untuk
meningkatkan layanan profesi diatas keuntungan pribadi.
6) Menetapkan
standar-standar suatu profesi.
7) Meningkatkan
kualitas organisasi menjadi lebih profesional dan lebih erat.
Sumber referensi:
https://naynaimah.wordpress.com/2015/03/05/tujuan-dan-manfaat-mempelajari-etika-dan-kode-etik/
https://sepositif.com/pengertian-etika-adalah-arti-ciri-tujuan-manfaat-dan-contoh-etika/
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-profesi/
https://smartpresence.id/blog/pekerjaan/prinsip-etika-profesi-yang-perlu-anda-ketahui
https://kotakpintar.com/Pengertian-Etika-Profesi/
https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_etik_profesi
Komentar
Posting Komentar